Murid mondok di Pesantren kilat Ramadhan, itu sudah biasa. Hampir seluruh sekolah pasti mengadakan kegiatan pendalaman Agama Islam ala pesantren ini. Namun, tidak demikian dengan SMA Negeri 1 Kebomas Gresik. Sekolah yang masuk dalam jajaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini memondokkan Siswanya di Kampung Inggris, desa Tulungrejo, Pare Kediri selama 1 (satu) bulan, yaitu sejak Minggu 1 – 30 Agustus 2009, ang terbagi dalam 2 tahap.
Tak tanggung-tanggung, Program yang diberi title English Development Camp (EDC) “bedhol sekolah” itu mengikutsertakan hampir separoh dari seluruh siswanya. Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri I Kebomas, Drs. H. ME Wahyudi, MM, kegiatan semacam pondok pesantren ini dilaksanakan untuk mempersiapkan siswa menerima pembelajaran RSBI.
Dipilihnya Kampung Inggris, menurut Wahyudi, adalah sesuatu yang sangat tepat. “selama ini kampung inggris menjadi rujukan banyak orang untuk belajar bahasa Inggris. Kebanyakan yang datang ke sini ingin bisa berkomunikasi berbahasa inggris dengan lancar. Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, siswa diharuskan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
EDC “bedhol sekolah” ini diikuti oleh 201 orang siswa, dengan rincian seluruh siswa kelas X sebanyak 160 orang murid ditambah 29 orang murid kelas XI dan 20 orang murid kelas XII. “Hukumnya wajib bagi seluruh siswa kelas X, Sedangkan peserta kelas XI dan XII adalah mereka yang nilai bahasa Inggrisnya dibawah standard. Saat ini SMA Negeri Kebomas selain menerapkan kurikulum Nasional juga menerapkan kurikulum Cambridge. Dengan penggunaan 2 kurikulum tersebut, Sekolah ini harus menerapkan penggunaan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (bilingual).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktifitas sehari-hari siswa di kampung Inggris tak ubahnya seperti dirumah sendiri, bedanya dia homestay dirumah keluarga disana yang sehari-harinya keluarga tersebut telah menggunakan bahasa inggris. Siswa diharuskan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dimulai dari keluarga dimana dia tinggal, atau di jalan, warung, swalayan bahkan tempat nongkrong. Dalam beberapa hari saja tampaknya mereka sudah bisa berbahasa Inggris dengan cas-cis-cus. Disana komunikasi antar warga dan bahkan rambu-rambu peringatan semuanya dilafalkan dalam bahasa Inggris. Kendati tak semuanya lancar, namun keberanian dan motivasi mereka untuk bisa bicara bahasa Inggris sangat kuat. Hal inilah yang membanggakan kami.
Tentang aktifitas keagamaan siswa, Yudi menjelaskan, di pondok kampung Inggris ini, kami menata kegiatan dengan sangat disiplin. Disini ada kewajiban bahwa setiap sholat wajib, siswa harus berjemaah. Siswa Wajib melaksanakan sholat tahajjud serta himbauan untuk selalu melaksanakan sholat-sholat sunnah yang lain. Khusus pada Ramadhan, ada penambahan kegiatan Ramadhan misalnya sholat Tarawih dan ceramah agama “Kami berharap, dengan mempersiapkan mereka, kedepan mereka dapat menggunakan bahasa Inggris penuh di seluruh areal lingkungan SMA Negeri I Kebomas. Jadi lingkungan sekolah ini akan kami jadikan English area. (sdm)