Kabargresik_ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang ASEAN Energy Awards 2013 yang diikuti oleh seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan persemenan terbesar di Indonesia itu menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu ASEAN Energy Management Awards dan ASEAN Coal Awards.
Penghargaan yang dipelopori oleh ASEAN Center for Energy (ACE) itu diserahkan dalam acara ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/9/2013).
Diraihnya penghargaan ini menurut Direktur utama PT Semen Indonesia sebagai komitmen dan kerja nyata perseroan dalam mempraktikkan konsep bisnis yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, perseroan telah mampu meraih Proper Emas, penghargaan lingkungan dengan level tertinggi yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup.
ACE sendiri adalah organisasi resmi di bawah naungan Asosiasi Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN) yang mengurusi masalah energi, baik energi panas maupun energi listrik. Tiap tahun, ACE menggelar Pertemuan Tingkat Menteri Energi atau ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM) untuk membahas pengelolaan energi di kawasan tersebut. Tahun ini, AMEM dihelat di Nusa Dua, Bali, pada 24-26 September 2013 di mana ASEAN Energy Awards menjadi salah satu agendanya.
Dalam ASEAN Energy Management Awards, Semen Indonesia meraih penghargaan sebagai Winner dalam kategori Special Submission of Energy Management in Industries dengan judul proyek Implementation of Biomass as an Alternative Fuel Through Solid Fuel System Technology. Adapun untuk Asean Coal Awards 2013, perseroan menjadi Winner dalam kategori Best Practices-Clean Coal Use and Technology in Industries dengan judul proyek Clean Low Rank Coal Use by Environmental Friendly Technology.
Dalam ASEAN Energy Management Awards, Semen Indonesia menitikberatkan pada pemanfaatan sumber energi alternatif dari limbah pertanian atau biomass sebagai substitusi batubara. Biomass tersebut diambil dari sekam padi, serbuk sabut kelapa (cocopeat), serbuk gergaji, dan limbah tembakau.
Semen Indonesia dalam releasenya yang diterima kabargresik.com, Biomass sebagai bahan bakar alternatif telah digunakan sebanyak 61.356 ton atau setara dengan sekitar 12 persen pemakaian batubara.
“Program ini sudah kami mulai sejak 2009 dengan pembangunan fasilitas feeding transport berkapasitas 20 ton biomass per jam untuk mempermudah mobilisasi bahan bakar alternatif tersebut,” kata Dwi.
Dwi menuturkan, industri semen adalah industri yang padat energi, termasuk untuk konsumsi batubara yang merupakan sumber energi tidak terbarukan. Selain bukan merupakan energi terbarukan sehingga tidak baik bagi keberlanjutan lingkungan, penggunaan energi tidak terbarukan seperti batubara akan memakan biaya yang sangat tinggi.
Pemanfaatan biomass juga mampu memberi stimulus bagi perekonomian masyarakat lokal karena biomass didatangkan dari wilayah sekitar pabrik, antara lain, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Rembang dengan cara membeli langsung dari masyarakat sekitar. Sampai saat ini terdapat lebih dari 11 vendor yang menjadi penyuplai sekam dengan penyerapan 50 tenaga kerja pembongkaran. Inisiatif perseroan mendayagunakan energi alternatif ini pada akhirnya juga menimbulkan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat.
Editor: Sutikhon