Gresik, Kabar Gresik – Satreskrim Polres Gresik memastikan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan tiga bocah sekolah dasar (SD) di empat lokasi kejadian perkara (TKP).
Polisi Pastikan Tidak Ada Pihak Lain yang Terlibat
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Abid Uwis Al-Qarni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil orang tua dari ketiga bocah berinisial FN (13), AR (9), dan NA (10) yang kini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
“Setelah memastikan keterangan dari orang tua maupun saksi, tidak ada keterlibatan dari mereka atau pihak lain. Tindakan ini murni niat dari ketiga ABH tersebut,” ujar AKP Abid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepastian ini diperoleh setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap ketiga bocah tersebut dan mendalami keterangan dari orang tua mereka.
Aksi Pencurian Dilakukan atas Inisiatif Sendiri
Dari hasil pemeriksaan, ketiga bocah itu mengaku melakukan aksinya tanpa ada perintah atau paksaan dari siapa pun.
“Mereka bertindak sendiri, tidak ada yang menyuruh atau mengarahkan,” tegas AKP Abid.
Ketiga bocah ini bahkan telah menjual salah satu motor hasil curian kepada orang tak dikenal seharga Rp150 ribu.
“Sementara sepeda motor lainnya belum sempat dijual dan masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
Koordinasi dengan Pihak Terkait untuk Penanganan Anak
Saat ini, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Sosial (Dinsos) terkait penitipan para ABH karena masih di bawah umur.
Modus yang digunakan para ABH adalah mendorong sepeda motor yang mereka curi sebelum akhirnya dijual. Mereka telah beraksi di empat lokasi berbeda di Gresik.
Satu unit sepeda motor telah diamankan, tetapi sempat dititipkan di parkiran Malik Ibrahim sebelum akhirnya hilang. Sementara motor lainnya dijual secara acak kepada orang tak dikenal.
Hasil Penjualan Motor untuk Bermain dan Jalan-jalan
AKP Abid mengungkapkan bahwa uang hasil penjualan sepeda motor digunakan para ABH untuk bermain di pusat permainan Timezone dan jalan-jalan ke Surabaya.
“Mereka menjual motor secara acak, bertemu orang lalu menawarkan,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga menemukan 18 kunci yang dikumpulkan oleh para ABH dari berbagai tempat.
Tidak Ada Unsur Paksaan dari Keluarga
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil orang tua ketiga bocah tersebut untuk dimintai keterangan.
“Para orang tua telah memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya unsur ancaman atau paksaan dari pihak keluarga atau orang lain yang tidak bertanggung jawab terkait kasus pencurian ini.
“Kami pastikan tidak ada paksaan atau ancaman, baik dari keluarga maupun pihak lain,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, tidak ada yang memerintahkan anak-anak tersebut untuk melakukan pencurian. Bahkan, sebelumnya mereka telah berusaha membimbing anak-anak tersebut dengan memasukkan mereka ke pondok pesantren agar perilakunya lebih baik.
“Keluarga sudah berusaha membina mereka dengan memondokkan mereka, tetapi kejadian ini tetap terjadi,” pungkasnya.
sebelumnya, dari penelusuran dilapangan oleh kabargresik.com dan menemui beberapa saksi yang iku mengamankan para pelaku saat aksi di Jl Harun tohir, pelaku menyebut kalau dirinya awal mencuri karena disuruh oleh ibu kandungnya. baca berita pengakuan pelaku disini.
Penulis : Daniel Andayawan
Editor : Tiko