
kabargresik.com – Bulan September – Oktober seharusnya nelayan kerang hijau mengeruk untung, tetapi di tahun ini nelayan kerang yang berada di kawasan Gresik utara mengalami kerugian yang cukup besar. hal ini di pengaruhi oleh perubahan warna kerang menjadi hitam diduga akibat limbah.
Rata-rata nelayan merugi sampai 50% karena hampir separoh kerang mati dan berubah warna menjadi hitam dan tidak layak di konsumsi. Menurut salah satu nelayan Moh Muslik (45) di tahun 2016 ia tidak bisa untung karena memang sekitar separoh kerang yang di budidaya di branjang (tempat budidaya kerang) menjadi kehitaman dan langsung mati. “Tahun ini harusnya saya untung besar mas, tetapi karena limbah laut kerang mati dan tidak bisa di panen”. Tutur nelayan asal Mulyorejo Panceng tersebut.
Ibarat jatuh tertimpa tangga pula, nelayan di kawasan Gresik utara tak kunjung baik nasibnya. Karena harga kerang saat ini berkisar Rp. 14.000/Kg padahal harga normal kerang mencapai Rp. 22.000/Kg. Hal ini menambah beban nelayan karena untuk balik modal saja belum tentu bisa. Ini di karenakan para tengkulak dengan seenaknya menurunkan harga kerang di musim panen.
Nelayan harus memilah kerang yang hitam dan yang hijau,mereka mengaku memilah kerang yang masih bisa di konsumsi untuk di jual. “Kami terkadang memilih kerang yang masih bisa di konsumsi dan di jual, kalau tidak begitu keluarga kami mau makan apa”, ujar Didik Setiawan (39) nelayan Dusun Cabean Ujungpangkah.
Senada dengan dengan para nelayan, pihak Dinas perikanan dan Kelautan kabupaten Gresik (DKPP) pun tanggap dan mengaku terjun langsung ke masyarakat menangani berubahnya warna kerang hijau menjadi hitam ini.
Ketika di konfirmasi di kantornya, Samsul Arif kepala bidang perikanan, Dinas Kelautan Perikanan (DKPP) kab Gresik mengaku sudah menindaklanjuti laporan nelayan tentang berubahnya kerang menjadi hitam. “Kami sudah melakukan uji laboratorium tentang kerang hitam tersebut, tetapi hasilnya tidak ada penyakit. Berubahnya kerang menjadi hitam bisa jadi karena faktor lingkungan” ujar nya kepada wartawan kabargresik.com. (01/10)
Mengenai hal ini Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Gresik (DKPP) menuturkan bahwa alat untuk pendeteksi tentang berubahnya kerang menjadi hitam karena faktor lingkungan belum ada, kejadian ini pun di limpahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa timur untuk di lakukan uji laboratorium lebih lanjut dan pihaknya juga mengaku sedang mengkomunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) kabupaten Gresik untuk penanganan masalah limbah laut. [Akmal/mg1/tik]