Kabargresik_ Tidak ingin Seni Tradisi Pencak Macan raib dari perkembangan zaman, Paguyuban Seni Tradisi Pencak Macan, Kelurahan Lumpur Gresik menggelar Festival pada Jum’at hingga Sabtu (25-26/10/2013). Paguyuban Seni Tradisi Pencak Macan bersama Karang Taruna Kelurahan Lumpur ini menjaring anak-anak sebagai peserta lomba.
Kegiatan perlombaan Seni Tradisi Pencak Macan yang digelar di depan halaman Balai Kambang sejak pukul 19.30 WIB sudah dikerubung oleh warga, suara kendang dan genong menyita perhatian ratusan warga untuk melihat salah satu kesenian warisan leluhur yang biasanya dilaksanakan sebagai pengiring arak-arakan pengantin itu.
Menariknya hampir semua peserta dalam perlombaan itu adalah anak-anak. Dari keterangan panitia pelaksana kegiatan, terdapat 11 kelompok peserta “11 kelompok peserta yang mendaftar, semuanya adalah anak-anak, namun kami batasi maksimal kelas enam sekolah dasar” Kata Mail.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perlombaan secara berkelompok itu, ada yang menjadi sosok Pendekar, Siluman Macan, Siluman Kera dan Genderuwo. Masing-masing kelompok beradu permainan terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa tropi dan piagam.
Kriteria pemenang dalam lomba Seni Tradisi Pencak Macan anak-anak itu meliputi : Stamina, Kekayaan Teknik atau Kembangan, Ketangkasan/Kecepatan, Kemampuan sikap, serta yang terakhir yakni penjiwaan karakter. Empat unsur penilaian tersebut berjumlah 20 poin.
Sayangnya, tidak tampak tokoh penting pemerintah kabupaten Gresik yang cangkruk menyaksikan kegiatan pelestarian kearifan lokal tersebut. Hanya nampak Lurah baru Kelurahan Lumpur, Djumali (53) yang baru saja ditugaskan di kelurahan kampong bermata pencahari nelayan ini. (Chidir)
Editor: Zumrotus
Editor: zumrotus S